Rabu, 07 September 2011

Peringatan Syawal 1432 H

Peringatan Hari Raya Syawal 1432 H di Kampung Islam Gelgel pada malam hari ini dilaksnakan di Masjid Nurul Huda dari pukul 18.00-22.00 Wita. Diawali dengan shalat maghrib berjamaah, Pembukaan oleh Bapak Kepala Desa, Santap malam bersama dengan "Sagi". Sagi suguhan dari warga yang di wakili oleh warga yang mendapat giliran membawa pada kegiatan ini. Berisi nasi, lauk pauk seukuran kapar/nampan untuk empat porsi makanan. Dengan adanya sagi ini, bertujuan untuk menjalin kebersamaan antar warga.

Setelah santap malam dilanjutkan dengan tausyiyah bersama Ust. Agus Radiman. Beliau memaparkan tetang hikmah bulan syawal bahwa setiap orang muslim yang beriman akan kembali fitrah di dalam bulan syawal ini. bulan Ramadhan yang telah lalu kita lewati adalan bulan penuh berkah, Setiap Umat Muslim dimanapun berada sangat senang, rajin dalam beribadah, shalat, infaq dan shadaqah. Bulan Ramadhan adalah bulan pelatihan buat kita semua dalam menjalani bulan berikutnya. Tujuan utamanya adalah untuk mencapai derajat Taqwa kepada Allah SWT. Di bulan syawal adalah bulan meningkatkan segala perbuatan untuk beribadah kepada Allah. Ironisnya pada setiap manusia pada bulan-bulan setelah ramadhan, semua kegiatan ibadah baik, baca al Qur'an, yang tadinya dibulan Ramadhan membaca tiap tadarus dan pada bulan yang lain Al Qur'an disimpan rapi di atas lemari. dan ibadah shalat, yang tadinya di bulan Ramadhan tepat waktu dan selalu berjama'ah pada bulan yang lain seolah-olah semua ibadah selesai. Semoga kita bisa mengambil pelajaran pada bulan Ramadhan ini agar selalu tetap beribadah dengan baik kepada Allah SWT.

Firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 132 :
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat"

Puasa pada bulan Syawal mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

Kita sebagai umat muslim agar tetap Istiqomah atau konsisten dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Agar kita tetap lancar beribadah, pesan Beliau dalam tausyiyahnya adalah Nikamti Ibadah yang kita laksanakan baik ibadah puasa, shalat dan sebagainya.

Setelah tausyiyah dilanjutkan dengan shalat isya berjamaah bersama seluruh warga. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan hiburan dari Remaja Masjid Nurul Huda. diantaranya adalah, slide show kegiatan remaja masjid nurul huda, takbir kolaborasi kendang bersama remaja cwok, tari rebana bersama remaja cwek dan terakhir atraksi pencak silat bersama seluruh warga. Alhamdulillah semangat, partisipasi dan dukungan untuk menonton sangat baik. Semoga apa yang kita persembahkan dapat menghibur warga. amin. *rjl

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berbagi...

Rabu, 07 September 2011

Peringatan Syawal 1432 H

Peringatan Hari Raya Syawal 1432 H di Kampung Islam Gelgel pada malam hari ini dilaksnakan di Masjid Nurul Huda dari pukul 18.00-22.00 Wita. Diawali dengan shalat maghrib berjamaah, Pembukaan oleh Bapak Kepala Desa, Santap malam bersama dengan "Sagi". Sagi suguhan dari warga yang di wakili oleh warga yang mendapat giliran membawa pada kegiatan ini. Berisi nasi, lauk pauk seukuran kapar/nampan untuk empat porsi makanan. Dengan adanya sagi ini, bertujuan untuk menjalin kebersamaan antar warga.

Setelah santap malam dilanjutkan dengan tausyiyah bersama Ust. Agus Radiman. Beliau memaparkan tetang hikmah bulan syawal bahwa setiap orang muslim yang beriman akan kembali fitrah di dalam bulan syawal ini. bulan Ramadhan yang telah lalu kita lewati adalan bulan penuh berkah, Setiap Umat Muslim dimanapun berada sangat senang, rajin dalam beribadah, shalat, infaq dan shadaqah. Bulan Ramadhan adalah bulan pelatihan buat kita semua dalam menjalani bulan berikutnya. Tujuan utamanya adalah untuk mencapai derajat Taqwa kepada Allah SWT. Di bulan syawal adalah bulan meningkatkan segala perbuatan untuk beribadah kepada Allah. Ironisnya pada setiap manusia pada bulan-bulan setelah ramadhan, semua kegiatan ibadah baik, baca al Qur'an, yang tadinya dibulan Ramadhan membaca tiap tadarus dan pada bulan yang lain Al Qur'an disimpan rapi di atas lemari. dan ibadah shalat, yang tadinya di bulan Ramadhan tepat waktu dan selalu berjama'ah pada bulan yang lain seolah-olah semua ibadah selesai. Semoga kita bisa mengambil pelajaran pada bulan Ramadhan ini agar selalu tetap beribadah dengan baik kepada Allah SWT.

Firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 132 :
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat"

Puasa pada bulan Syawal mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

Kita sebagai umat muslim agar tetap Istiqomah atau konsisten dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Agar kita tetap lancar beribadah, pesan Beliau dalam tausyiyahnya adalah Nikamti Ibadah yang kita laksanakan baik ibadah puasa, shalat dan sebagainya.

Setelah tausyiyah dilanjutkan dengan shalat isya berjamaah bersama seluruh warga. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan hiburan dari Remaja Masjid Nurul Huda. diantaranya adalah, slide show kegiatan remaja masjid nurul huda, takbir kolaborasi kendang bersama remaja cwok, tari rebana bersama remaja cwek dan terakhir atraksi pencak silat bersama seluruh warga. Alhamdulillah semangat, partisipasi dan dukungan untuk menonton sangat baik. Semoga apa yang kita persembahkan dapat menghibur warga. amin. *rjl

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar